Friday, August 8, 2014

delapan agustus 2014

entah berapa malam lagi. entah berapa lama. entah berapakali lagi saya harus seperti ini.
mengulang tawa yang sebelumnya pernah ada. memanggil kembali cerita yang rasanya tidak pernah berkesudahan.
bahkan melihat 1 foto saja rasanya sudah menghilng dari tempat saya diam sekarang selama setengah jam.
menutupnya adalah tindakan yang dirasa paling berat.
apalagi menghapusnya.
entah apa ini.
saya terus bertanya padahal jawabannya sudah ada di depan mata. selalu di depan mata.
ah saya pun bingung harus bagaimana.
awalnya sudah sulit ditambah lagi seakan semuanya mempersulit.

menjembatani adalah kata yang salah, karena bahkan tidak ada lagi jarak disana.
apalagi menghubungkan.
seakan semua emosi sudah bersinergi membentuk pemahaman tak terpetakan satu sama lain.
tidak ada yang perlu dijembatani.
rasanya seperti jalan di sebuah jalan kecil yang sangat terang tapi sempit.
semuanya jelas, semuanya tampak nyata tapi menjemukan.
semuanya jawaban benar sudah tersaji namun masih saja pilihan sulit yang diambil.
berjalan lagi sampai gelap.
padahal lorong itu mengarah pada sebuah masa yang tidak terbatas.
dunia yang entah dimana dan entah siapa yang tahu.

semuanya terlalu jelas sampai kejelasan itu yang menimbulkan ketidakjelasan.
bahkan ketidakjelasan itu jelas.
entahlah.