Thursday, January 16, 2014

GOODBYESUCK! (2)

I hate goodbyes,  especially those which come in the middle of my journey, not in the end.

Orientasi gua kalo soal perpisahan itu selalu ada di akhir cerita. Yang ditengah-tengah itu sakit. Unprepared, dadakan, failed surprise karena itu tentang berpisah.

Pas Sherina tau bapak nya harus pindah padahal dia masih sekolah, semuanya terasa salah, kan? Karena itu perpisahan di tengah-tengah. Coba kalo emang dia udah lulus SD trus pindah, it won’t be any matter.

Mungkin perjalanan gua saat ini sangat berat sampe banyak saudara gua yang gugur, memilih untuk tidak lagi berjuang, memilih untuk tidak lagi di jalan ini.

Sampe saat ini gua masih benci diri gua sendiri yang ga bisa ngapa-ngapain. Ga bisa bilang ke mereka untuk tetap berjuang, ga bisa cegah mereka untuk pergi.  Juga benci sama mereka yang memilih pergi, kalo emang bisa milih, kenapa milih pergi? Kenapa milih (lagi-lagi) perpisahan?

Gua ga suka perpisahan, gua ga suka harus buka lembaran baru lagi dan mulai dari awal kalo yang di halaman sebelumnya buat gua udah sangat cukup.

Mereka yang pergi bakal punya sesuatu yang baru. Mereka bakal berubah, kalaupun nantinya kita berada di 1 lembar yang sama sekali lagi, mereka ga akan menumpahkan warna warna indah seperti yang mereka kasih di lembar sebelumnya. Mereka dan gua berubah, setelah proses adaptasi di lembar baru kita masing-masing, kita bakal punya warna yang berbeda.

Dan pengalaman gua tentang warna yang berbeda adalah bukan saling melengkapi, tapi saling beerbenturan menciptakan kecanggungan dan akhirnya lebih baik tidak dipertemukan lagi di lembar yang sama lainnya.

Kadang gua muak sama perpisahan. Gua seringkali gabisa liat good in goodbyes yang terjadi di hidup gua.

Well, pesimistic sekali tulisan gua di atassssss –“
Emang ga ada upaya buat positive ya di atas, faktor gua lagi ngerasain mau pisah tanpa bisa berbuat apa-apa dan emang gua udah punya pengalaman buruk sama perpisahan. Harap maklum ^^

Buat saudara-saudara gua yang memilih pergi. Kasihanilah gua yang harus berjuang tanpa kalian yang bisa bikin gua ketawa lepas saat gua hampir lupa caranya ketawa. Kasihanilah gua yang harus survive di neraka itu ngga sama kalian.

Buat yang baca postingan ini jangan jadi negative-pesimis sama yang namanya perpisahan. There’s always good in goodbyes. Mungkin, gua udah ngerasain good-nya, cuman belom sadar aja.


Hope you easily find your good in goodbye ya! Ga kaya gua yang susah banget say goodbye dan move on. Hehehe! Have a lovely 2014 by the way! Spread the love!!!

No comments:

Post a Comment